Apa Itu Bronjong?
Bronjong, dikenal juga sebagai gabion, adalah keranjang berbentuk kotak yang terbuat dari anyaman kawat baja dengan lubang segi enam (heksagonal). Keranjang ini diisi batu kali atau batu belah, ditutup, lalu disusun dan diikat satu sama lain hingga membentuk struktur masif.
Bronjong bekerja dengan memanfaatkan beratnya sendiri untuk menahan dorongan tanah dan arus air. Celah di antara batu membuat air dapat mengalir melewati struktur, sehingga tekanan air tidak menumpuk di belakang dinding seperti pada dinding beton.
Jenis bronjong yang umum digunakan:
- Bronjong kawat galvanis. Kawat baja berlapis seng (zinc) yang tahan karat, paling umum untuk pekerjaan sungai dan lereng.
- Bronjong kawat berlapis PVC. Kawat galvanis yang dilapisi PVC untuk perlindungan tambahan di lingkungan korosif, seperti pantai, muara, dan air limbah.
- Matras bronjong. Bronjong pipih dan lebar untuk pelapis dasar dan lereng saluran.
- Bronjong las (welded gabion). Panel kawat las dengan bentuk kotak yang rapi, banyak dipakai untuk dinding dekoratif dan lanskap.
Keunggulan Bronjong
- Meloloskan air. Struktur berongga mengalirkan air tanah secara alami, sehingga tidak memerlukan lubang drainase tambahan.
- Fleksibel terhadap pergerakan tanah. Anyaman kawat mampu mengikuti penurunan dan pergeseran tanah tanpa retak atau runtuh.
- Tahan gerusan arus. Massa batu yang terikat dalam keranjang tidak mudah terbawa aliran sungai.
- Pemasangan sederhana. Tidak memerlukan pengecoran, bekisting, atau alat berat khusus, dan dapat dikerjakan tenaga lokal.
- Bisa memakai batu setempat. Batu dari sekitar lokasi proyek dapat digunakan sebagai isian, sehingga biaya material dan angkut lebih rendah.
- Semakin kuat seiring waktu. Endapan lumpur dan akar tanaman yang mengisi rongga batu ikut mengikat struktur.
- Menyatu dengan lingkungan. Tampilan batu alam terlihat natural dan dapat ditumbuhi vegetasi, cocok juga sebagai elemen lanskap.
- Ekonomis. Biaya konstruksi umumnya lebih rendah dibanding dinding penahan beton bertulang.